Archive for the 'So’ Tau' Category

Adiputra

Krisis Moneter v2.0

Akhir bulan Mei lalu, nggak tau kenapa filing gw mengatakan bakal ada krisis ekonomi lagi. Lumayan berminggu-minggu kepikiran sampe kebawa mimpi. Menurut filling gw, walau nggak akan separah tahun 1997/1998, tapi tetep aja ngebuat banyak orang bakal garuk-garuk kepala. Gw pikir ini cuma kekhawatiran gw aja menjelang nikah-an gw, tapi akhir2 ini mulai tercium bau-nya.

Beberapa bulan yang lalu, gw coba untuk nggak mikirin filling gw ini, tapi tetep aja rasa deg-deg-an itu tetep ada. Akhirnya gw mutusin untuk ambil jalan-jalan alternative guna menyelamatkan keuangan gw di masa yang akan datang .. * takut-takut filling gw bener *

Makanya beberapa bulan terakhir gw kulantang-kulinting kayak orang bego, kesana kemari, cari koneksi, coba cari-cari peluang dimana dimasa yang akan datang mudah-mudahan setidaknya bisa menyelamatkan keluarga gw, terutama dari sisi ekonomi.

Krisis ekonomi menurut gw baru akan dimulai, dan dari informasi yang gw rangkum, kita harus waspada pada akhir oktober sampe awal 2009 nanti. Karena diwaktu ini kebijakan pemrintah AS baru akan terlihat arah hasilnya, apakah akan merubah pasar dunia menjadi lebih baik, atau buruk.

Adiputra

Non Functional Requirement

Pegang produk baru lagi,, EASY SOFTWARE namanya. Masih sama kayak HUMMINGBIRD, EASY SOFTWARE merupakan aplikasi archiving untuk enterprise, atau dikenal juga dengan istilah Document Management System.

Bagi gw kedua aplikasi ini sama buruknya, buruk dalam sisi configurasi & setting. Hummingbird, repot di sisi installasi; dimana walopun udah ikutin tahapan installasi yang ada di manual, tapi belum tentu aplikasi bisa berjalan mulus, harus ada trik-trik dan step-step ‘rahasia’ yang harus di lakuin.

Easy Software, untuk tahapan installasi nya OK. Bisa dikatakan, nggak ada step-step ‘rahasia’ waktu installasi. Tapi untuk mintenance, waktu buat metadata dan storage untuk archiving nya, banyak banget tahapan-tahapan nya, dan yang pasti istilahnya buat gw bingung.. (ada schema, pooling, view, dsb..)

Yang gw pengen bahas disini, kenapa para pengembanga software ini membuat aplikasi yang buruk dalam sisi configurasi & setting?? kenapa UI yang mereka buat untuk configurasi, nggak user friendly?? apa mereka nggak pernah kenal dengan yang namanya NON FUNCTIONAL REQUIREMENT (selanjutnya gw nyebut NFR)?? * kan kasian user nya *

Singkatnya, NFR ini merupakan kebutuhan diluar dari fungsi kerja sistem. Beberapa contoh dari NFR ini:

  • Model UI (apakah Windows based, Linux based, or Mac based)
  • Configurasi/ Setting (nggak perlu banyak buka UI kalo cuma untuk config 1 seting doank)
  • Kebiasaan User (gunakan icon, tooltips dan grouping untuk tombol; sesuaikan dengan kebiasaan user; user friendly)
  • Nggak usah kebanyakan menu / UI (* ini sih masukan pribadi :D *)
  • Dsb ..

Aplikasi apa yang udh berhasil nerapin NFR?? kalo aplikasi / software, gw ga tau. Tapi kalo Hardware, gw tau 1 yang berhasil nerapin NFR ini. Apalagi kalo bukan IPOD!! Untuk suara, gw pikir bisa dibilang sama dengan product Sony / yang sejenis. Tapi dari sisi UI & cara kerja pengoperasian, produk IPOD jauh lebih mudah dimengerti. Dengan pencet tombol di tengah, kita bisa muter lagu yang kita pengen, disamping itu, mengoprasikan-nya juga amat menyenangkan * tinggal gosok-gosok .. cah!! *

Walopun kenyataannya perbedaan harga antara IPOD dengan produk sejenis bisa nyampe 200.000 IDR - 500.000 IDR, tapi relatif orang bakal lebih pilih IPOD kan ;) untuk marketing juga bakal lebih mudah nyampein fitur dari produknya,,

Hmmm.. jadi kapan yah, aplikasi-aplikasi enterprise ini bisa mudah untuk di setting & configurasi??